0.00
Informasi Kontak
Jalan Badrawati 9 , Kecamatan Borobudur, Jawa Tengah 56553, Indonesia
Informasi Detail

Museum Karmawibhangga atau juga disebut Museum Borobudur, adalah sebuah museum arkeologi yang terletak hanya beberapa ratus meter di sebelah utara Candi Borobudur, Candi Buddha dari abad ke-8 Masehi, terletak di dalam kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini menampilkan gambar relief Karmawibhangga yang terukir pada kaki tersembunyi Borobudur, beberapa blok batu Borobudur yang terlepas, serta temuan artefak arkeologi yang ditemukan di sekitar Borobudur dan yang berasal dari berbagai situs-situs purbakala di Jawa Tengah. Museum ini juga menampilkan struktur arsitektur Borobudur, serta dokumentasi proyek pemugaran besar-besaran antara tahun 1975 dan 1982 yang dibantu oleh UNESCO. Bangunan museum ini dibangun dengan gaya arsitektur tradisional Jawa, yaitu berupa rumah joglo lengkap dengan pendopo.[2] Museum ini merupakan kesatuan dalam kompleks taman arkeologi Taman Wisata Candi Borobudur yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1983.

Dalam kompleks taman wisata purbakala ini tepat di sisi barat museum ini terdapat Museum Samudra Raksa yang menampilkan Kapal Borobudur. Pengunjung tidak dipungut biaya untuk memasuki kedua museum ini karena sudah termasuk dalam harga tiket masuk Taman Wisata Candi Borobudur.
Bagian dasar dari relief Candi Borobudur menggambarkan alam pertama dalam tiga lapis tingkat kesadaran spiritual manusia menurut konsep Buddhisme; Kamadhatu atau “alam hawa nafsu”. Rangkaian relief ini menggambarkan kisah Mahakarmawibhangga atau singkatnya Karmawibhangga yang melambangkan manusia yang masih terikat hawa nafsu dan tunduk pada hukum karma. Sebanyak 160 panel relief ini tidak membentuk cerita panjang yang berkelanjutan, melainkan masing-masing panel menggambarkan gambaran lengkap hubungan sebab-akibat.

Penggambaran tindakan kejahatan pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, pengguguran kandungan, dan penyiksaan digambarkan sebagai tidakan tidak bermoral. Akibat langsung maupun tidak langsung dari tindakan jahat ini digambarkan mengakibatkan nasib yang penuh siksaan di kehidupan berikutnya. Penggambaran neraka yang mengerikan menunjukkan siksaan pemotongan tubuh, pembakaran dan dibelenggu dengan rantai yang panas membara . Selain itu terdapat juga gambaran tindakan terpuji seperti berderma, ziarah ke tempat suci, semuanya mendapatkan imbalan pahala yang setimpal. Relief ini juga menggambarkan tindakan yang rukun dan selaras seperti gotong-royong, bekerja bercocok tanam, serta keluarga yang harmonis. Kepedihan siksaan neraka dan kenikmatan surga digambarkan dengan jelas. Penggambaran samsara (siklus kelahiran yang tak berakhir) juga digambarkan di sini. Pada beberapa panel terdapat goresan tulisan yang dianggap sebagai instruksi untuk pengukir. Beberapa panel belum rampung, hal ini menimbulkan dugaan bahwa penambahan kaki tambahan dilakukan sebelum candi rampung.

Dalam proses pembangunan candi, kaki tersembunyi ini kemudian ditutup dengan kaki tambahan dengan alasan yang hingga kini masih masih menjadi misteri. Kaki tambahan ini dibangun dengan saksama dengan detail yang sangat rapi mungkin atas perimbangan keindahan dan keagamaan. Kini hanya sudut tenggara yang dibiarkan terbuka dan dapat disaksikan oleh pengunjung, bagian lainnya tertutup struktur kaki tambahan sehingga tidak terlihat. Pada tahun 1890 kaki tambahan ini dibongkar dan diambil gambarnya oleh Kassian Cephas. Foto-foto inilah yang kini dipamerkan di dalam museum.

Layanan Yang Tersedia
Area Outdoor
Bisa Grup
Area Parkir
Toilet




museum lainnya

Museum Kailasa
Batur, Jawa Tengah 53456, Indonesia
Open Now
Museum Lokal Purwodadi
Jalan Pemuda 33 , Kecamatan Purwodadi, Jawa Tengah 58111, Indonesia
Museum Karmawibhangga
Jalan Badrawati 9 , Kecamatan Borobudur, Jawa Tengah 56553, Indonesia
Museum Sejarah Purbakala Pleret
Jalan Pleret , Kecamatan Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta 55791, Indonesia


Kategori lainnya