WARISAN BUDAYA DALAM GENGGAMAN

Tari Angguk

DI Yogyakarta Dalam proses kurasi

Seni tari dan nyanyian rakyat Kulon Progo yang berkembang dalam lingkungan masyarakat agraris Yogyakarta.

TARIAN NUSANTARA Dokumentasi visual sedang dilengkapi
01 / MENGENAL TARIAN

Cerita di balik Tari Angguk

Asal dan perkembangan tradisi

Angguk berkembang dari perjumpaan budaya di pedesaan Kulon Progo dan telah mengalami berbagai penataan. Rujukan dinas daerah mengaitkan bentuk awalnya dengan tontonan tari dan nyanyian di sekitar Purworejo, kemudian diolah menjadi pertunjukan warga. Dalam perkembangan berikutnya, kelompok penari perempuan mendapat tempat penting di panggung Angguk.

Gerak, iringan, dan unsur pertunjukan

Nama Angguk merujuk pada gerak kepala yang mengangguk mengikuti irama. Penyajian dapat berupa tarian berkelompok atau berpasangan, dengan tembang yang mempunyai fungsi selain hiburan. Instrumen pengiring berbeda antargrup; bedug dan rebana menjadi bagian dari beberapa susunan lama, sementara musik panggung modern boleh lebih bervariasi.

Makna serta cara menghargai tradisi

Dalam konteks masyarakat agraris, pentas Angguk berkaitan dengan rasa syukur serta pertemuan sosial. Sejumlah syair juga memuat nasihat dan pengaruh dakwah Islam. Karena terdapat versi dan praktik yang tidak selalu sama, materi belajar di internet perlu menyebut kelompok pementas dan tidak memperlakukan setiap rekaman sebagai koreografi tunggal.

02 / KEKAYAAN TRADISI

Kenali unsur budayanya

Setiap unsur menyimpan makna dan fungsi dalam tradisi pendukungnya.

Makna & filosofi

Rasa syukur, kebersamaan, sekaligus nilai kebajikan yang disampaikan melalui syair.

Busana & properti

Angguk putri lazim mengenakan busana panggung berwarna gelap dengan hiasan, selendang, dan topi; pilihan berbeda menurut kelompok dan zaman.

Musik pengiring

Bedug, rebana, kendang, saron, dan kecrek; pertunjukan kontemporer dapat memakai instrumen tambahan.

Fungsi & kesempatan

Pentas rakyat, hajatan, ungkapan syukur, dan aktivitas pendidikan seni.

WARISAN & CERITA

Di balik setiap gerak

Dinas Kebudayaan Kulon Progo menelusuri pertumbuhan Angguk sejak sekitar awal abad ke-20, mula-mula oleh penari laki-laki. Pada 1991 bentuk Angguk Putri mulai tampil di Pripih, Kokap.

BELAJAR LEBIH LANJUT

Pertanyaan tentang Tari Angguk

Pembahasan singkat berdasarkan sumber editorial di bawah ini.

Dari mana Tari Angguk dikenal?

Seni tari dan nyanyian rakyat Kulon Progo yang berkembang dalam lingkungan masyarakat agraris Yogyakarta. Tradisi pendukungnya: Masyarakat Kulon Progo, terutama Kokap, Temon, dan Girimulyo.

Apa fungsi utama Tari Angguk?

Pentas rakyat, hajatan, ungkapan syukur, dan aktivitas pendidikan seni.

Bagaimana cara mengenal Tari Angguk dengan tepat?

Perhatikan komunitas dan bentuk repertoar yang ditampilkan, baca sumber yang tercantum, serta mintalah arahan pelaku tradisi jika hendak mempraktikkan atau merekamnya.

SUMBER & KURASI

Catatan editorial

Profil ini merupakan materi pengenalan dan masih memerlukan pemeriksaan oleh narasumber, praktisi, atau kurator budaya.

Jelajahi semua tarianMUSEUM.CO.ID · MERAWAT CERITA NUSANTARA