Banua Tada
Bangunan tradisional Buton memanfaatkan teknik konstruksi kayu tanpa paku logam. Pada masa kerajaan terdapat jenis bangunan berbeda untuk penguasa, pejabat, dan masyarakat umum.
Mengenal Banua Tada
Banua Tada merupakan contoh rumah adat masyarakat Buton dari Sulawesi Tenggara. Buku menonjolkan cara konstruksinya: elemen kayu disusun dengan teknik sambungan dan tumpuan tanpa menggunakan paku. Pengetahuan teknik ini sama pentingnya dengan menghafal nama rumah.
Bentuk Arsitektur dan Material
Bangunannya berbentuk rumah panggung dari kayu. Dalam konteks masa kerajaan Buton, sumber membedakan beberapa jenis rumah menurut pengguna: kamali atau malige untuk raja, tare pata pale untuk pegawai kerajaan, dan tare talu pale untuk masyarakat biasa. Nama kategori ini membantu mengenal keragaman bentuk dalam satu tradisi arsitektur.
Fungsi dan Kehidupan Masyarakat
Dengan contoh Banua Tada, pengunjung dapat belajar bahwa perbedaan bangunan dapat berhubungan dengan peran sosial pada periode sejarah tertentu. Kategori yang dibahas buku merujuk pada masa kerajaan, sehingga jangan langsung diterapkan sebagai penggolongan bangunan masyarakat Buton masa kini.
Ayo Amati
Mengapa sambungan kayu bisa menjadi bagian penting dari teknik membangun? Apa perbedaan tiga jenis Banua Tada dalam sumber?
Hunian dengan variasi fungsi sosial
Arsitektur dan Fungsi
Ciri Arsitektur
Sambungan kayu tanpa paku
Material Bangunan
Kayu
Fungsi & Nilai
Hunian dengan variasi fungsi sosial
Galeri Banua Tada
Rujukan dan Catatan Editorial
Materi awal diadaptasi menjadi ringkasan edukasi dari buku Rumah Adat Nusantara oleh Intania Poerwaningtias dan Nindya K. Suwarto, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2017), halaman 38.
Buku menggunakan pembagian administrasi tahun 2017. Satu rumah dalam buku merupakan contoh, bukan perwakilan tunggal seluruh tradisi arsitektur di provinsi tersebut.

