Baloy
Rumah baloy dikaitkan dengan tradisi masyarakat Tidung. Rumah panggung ini menjadi tempat bersama untuk berkegiatan adat, dan ornamentasi atapnya berkaitan dengan kehidupan pesisir.
Mengenal Baloy
Baloy merupakan rumah adat masyarakat Tidung di Kalimantan Utara. Walaupun menggunakan bentuk rumah panggung, bangunan ini dalam buku tidak diperkenalkan sebagai tempat tinggal sehari-hari. Baloy adalah rumah bersama yang digunakan untuk pertemuan adat dan pertunjukan kesenian.
Bentuk Arsitektur dan Material
Konstruksi bangunannya menggunakan kayu ulin. Atap Baloy dihiasi ukiran yang berhubungan dengan kehidupan laut masyarakat Tidung. Ciri ini penting karena ragam hias bukan hanya pelengkap tampilan, melainkan juga petunjuk mengenai tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat pemilik tradisi tersebut. Desain panggung dan bagian atap bisa dipelajari secara bersamaan.
Fungsi dan Kehidupan Masyarakat
Ketika masyarakat berkumpul dalam satu bangunan untuk membicarakan adat atau menyaksikan kesenian, bangunan itu memiliki fungsi sosial yang berbeda dari rumah keluarga. Melalui Baloy, kita dapat mengenal perbedaan antara rumah tinggal, balai pertemuan, serta tempat pertunjukan, walaupun ketiganya sama-sama memakai bentuk arsitektur tradisional.
Ayo Amati
Perhatikan motif pada bagian atap. Unsur apakah yang mengingatkan pada kehidupan laut masyarakat Tidung?
Pertemuan adat dan pertunjukan
Arsitektur dan Fungsi
Ciri Arsitektur
Panggung dengan ukiran bernuansa laut
Material Bangunan
Kayu ulin
Fungsi & Nilai
Pertemuan adat dan pertunjukan
Galeri Baloy
Rujukan dan Catatan Editorial
Materi awal diadaptasi menjadi ringkasan edukasi dari buku Rumah Adat Nusantara oleh Intania Poerwaningtias dan Nindya K. Suwarto, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2017), halaman 18.
Buku menggunakan pembagian administrasi tahun 2017. Satu rumah dalam buku merupakan contoh, bukan perwakilan tunggal seluruh tradisi arsitektur di provinsi tersebut.

