Dari rasa syukur menjadi identitas Banyuwangi
Gandrung berakar pada tradisi masyarakat Banyuwangi yang menghubungkan pertunjukan dengan kehidupan agraris. Catatan Warisan Budaya Takbenda menyebut keterkaitan sejarahnya dengan ungkapan syukur setelah panen. Dalam perkembangannya, gandrung hadir sebagai pertunjukan sosial yang dapat dinikmati lebih luas.
Penari, musik, dan interaksi penonton
Gandrung dipentaskan dengan penari, pemusik, dan tembang. Dalam sejumlah pertunjukan terdapat interaksi berpasangan antara penari Gandrung dan penonton atau penari pendamping yang dikenal sebagai paju. Iringan berupa bunyi perkusi dan melodi, termasuk instrumen tradisional dan biola dalam sejumlah kelompok.
Warisan yang terus diperbarui
Saat ini Gandrung tampil di acara komunitas, festival, dan pertunjukan kolosal. Konteks festival tidak selalu sama dengan Gandrung Terob atau pertunjukan tradisional dalam masyarakat. Mengenal keduanya membantu penonton menghargai pewarisan pakem maupun kreasi baru.

