Pertunjukan yang terikat dengan komunitas
Caci dikenal sebagai salah satu ekspresi budaya Manggarai di Flores. Unsur pertandingannya terlihat jelas, tetapi melihat Caci semata sebagai olahraga adu pukul akan melewatkan nilai pertunjukan, aturan pergaulan, dan penghormatan kepada komunitas yang menyelenggarakannya.
Dalam pemahaman masyarakat setempat, keterampilan dan keberanian hadir bersama sikap sportif. Nilai tersebut dinyatakan dalam dokumentasi warisan budaya pemerintah, yang juga menempatkan Caci sebagai salah satu identitas budaya Manggarai.
Perlengkapan dan tata pementasan
Pertunjukan menggunakan perlengkapan khusus yang berkaitan dengan gerak menyerang dan bertahan. Busana, alat, serta posisi penampil bukan sekadar kostum fotografi: benda-benda itu menjadi bagian dari aturan dan cara komunitas menyelenggarakan pertunjukan.
Pada halaman dokumentasi digital, setiap foto perlu mencantumkan tempat, kelompok penyaji, dan izin penggunaan. Video dari satu perayaan tidak boleh dianggap sebagai standar semua bentuk Caci.
Belajar melalui apresiasi, bukan meniru
Karena melibatkan benturan dan risiko cedera, Caci tidak diajarkan melalui latihan otomatis dari layar. Pembelajaran museum lebih tepat diarahkan pada kisah komunitas, tata penghormatan, dan pengenalan perlengkapan.
Jika suatu saat tersedia demonstrasi, materi tersebut harus digarap bersama pelatih dan pemangku tradisi dengan langkah keselamatan serta kewenangan yang jelas.

