Sulah Nyanda
Rumah tradisional masyarakat Badui memanfaatkan aneka material dari lingkungan sekitar. Struktur sederhana ini menggunakan batu sebagai alas, bambu untuk lantai dan dinding, serta kayu untuk tiang.
Mengenal Sulah Nyanda
Sulah Nyanda merupakan rumah tradisional masyarakat Badui yang diperkenalkan dalam bagian Banten. Bentuknya memperlihatkan penggunaan beragam material yang berasal dari lingkungan sekitar. Rumah ini menarik sebagai contoh bagaimana pilihan bahan bisa menjadi bagian utama dari identitas sebuah bangunan.
Bentuk Arsitektur dan Material
Menurut buku, pondasi rumah menggunakan batu, lantai dibuat dari bambu yang dibelah, dinding dari anyaman bambu, dan tiang dari balok kayu besar. Atapnya memakai bilah bambu dan ijuk. Dengan susunan tersebut, pengunjung dapat mengamati bahan berbeda pada pondasi, struktur, pembatas ruang, serta penutup bagian atas bangunan.
Fungsi dan Kehidupan Masyarakat
Sumber menekankan kedekatan rumah ini dengan bahan alam. Hal yang penting dalam pembelajaran adalah mengenali bahan yang disebutkan, bukan menganggap bahwa semua rumah masyarakat Badui selalu mempunyai bentuk yang persis sama. Variasi nyata di lapangan memerlukan dokumentasi dan persetujuan kuratorial tersendiri.
Ayo Amati
Bagian mana yang memakai batu, bambu, kayu, dan ijuk? Dapatkah kamu membedakan fungsi tiap bahan?
Hunian masyarakat adat
Arsitektur dan Fungsi
Ciri Arsitektur
Bentuk sederhana menyatu dengan lingkungan
Material Bangunan
Batu, bambu, kayu, dan ijuk
Fungsi & Nilai
Hunian masyarakat adat
Galeri Sulah Nyanda
Rujukan dan Catatan Editorial
Materi awal diadaptasi menjadi ringkasan edukasi dari buku Rumah Adat Nusantara oleh Intania Poerwaningtias dan Nindya K. Suwarto, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2017), halaman 25.
Buku menggunakan pembagian administrasi tahun 2017. Satu rumah dalam buku merupakan contoh, bukan perwakilan tunggal seluruh tradisi arsitektur di provinsi tersebut.

