Selaso Jatuh Kembar
Bangunan adat Melayu Riau ini berfungsi sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah. Ciri arsitekturalnya ada pada selasar yang lebih rendah dari ruang utama serta hiasan atap bermotif alam.
Mengenal Selaso Jatuh Kembar
Selaso Jatuh Kembar dikenal sebagai salah satu rumah adat Riau, tetapi fungsinya bukan sebagai rumah tinggal biasa. Bangunan ini dipakai untuk pertemuan adat. Namanya mengarah pada keberadaan dua selasar yang dibuat serupa di kiri dan kanan area tangga masuk, serta berada lebih rendah daripada ruang tengah.
Bentuk Arsitektur dan Material
Susunan ketinggian lantai merupakan bagian yang sangat khas: selasar lebih rendah daripada area inti. Tiang, lantai, dan dinding dibuat dari kayu; atap menggunakan rumbia. Pada bagian atap juga terdapat ukiran bercorak Melayu yang mengambil bentuk flora dan fauna. Perhatikan perbedaan antara ragam hias dan struktur yang menopangnya.
Fungsi dan Kehidupan Masyarakat
Karena menjadi tempat pertemuan, rumah adat ini memperlihatkan bahwa bangunan tradisional tidak selalu dirancang untuk kegiatan domestik. Ruang bersama dapat menjadi tempat masyarakat membicarakan urusan adat. Ketika menjelaskan rumah ini kepada anak-anak, bagian fungsi balai sebaiknya tidak dikacaukan dengan fungsi rumah keluarga.
Ayo Amati
Temukan posisi selasar kiri dan kanan. Bagian mana yang dibuat lebih rendah dari ruang tengah?
Balai pertemuan adat
Arsitektur dan Fungsi
Ciri Arsitektur
Selasar simetris di kiri dan kanan
Material Bangunan
Kayu dan rumbia
Fungsi & Nilai
Balai pertemuan adat
Galeri Selaso Jatuh Kembar
Rujukan dan Catatan Editorial
Materi awal diadaptasi menjadi ringkasan edukasi dari buku Rumah Adat Nusantara oleh Intania Poerwaningtias dan Nindya K. Suwarto, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2017), halaman 8.
Buku menggunakan pembagian administrasi tahun 2017. Satu rumah dalam buku merupakan contoh, bukan perwakilan tunggal seluruh tradisi arsitektur di provinsi tersebut.

