Kenapa bukan tabel A–Z?
Tradisi aksara yang tersedia di sini umumnya merupakan aksara berbasis suku kata. Satu aksara konsonan umumnya sudah mengandung vokal /a/ dan diubah dengan penanda bunyi.
Jelajahi bentuk, bunyi, dan kisah aksara daerah Indonesia. Kenali satu per satu, coba tulis namamu, lalu uji pengetahuanmu.
Pilih aksara dan cari bunyi, nama, atau karakter. Lampung dan Incung hadir dalam mode dokumentasi, tanpa karakter Unicode pengganti.
Ubah tulisan dua arah untuk belajar membaca dan menulis aksara Nusantara. Alih aksara bukan terjemahan bahasa.
Gunakan tombol karakter, lalu tanda vokal di sebelah huruf dasar.
Catatan: konverter mengenali sebagian huruf dasar dan tanda bunyi. Tanda yang belum dikenali akan dipertahankan agar tidak hilang. Bunyi e/é/ê, pasangan konsonan, dialek, bentuk historis, serta konsonan akhir Lontara dapat membuat hasil berbeda dari ejaan aslinya. Untuk naskah resmi, perlu validasi ahli.
Latihan bertingkat: kenali bunyi, huruf vokal, hingga asal aksara lintas daerah.
Pemula: 3 pilihan jawaban dari huruf dasar.
Pilih salah satu jawaban.
Kenali konteks sejarah sepuluh tradisi tulisan. Referensi mengarah ke sumber lembaga, kajian, atau katalog resmi; gambar naskah tidak disalin tanpa izin.
Catatan kuratorial: bentuk aksara, ejaan dan isi naskah dapat berbeda menurut masa, wilayah, atau penyalin. Contoh naskah adalah konteks kajian, bukan klaim bahwa semua koleksi dapat diunduh/digunakan ulang.
Perpustakaan kecil untuk awal perjalanan belajar aksara-aksara Nusantara.
Tradisi aksara yang tersedia di sini umumnya merupakan aksara berbasis suku kata. Satu aksara konsonan umumnya sudah mengandung vokal /a/ dan diubah dengan penanda bunyi.
Delapan aksara memiliki katalog karakter Unicode. Lampung dan Incung Kerinci ditambahkan sebagai dokumentasi bunyi dan sejarah, bukan sebagai karakter Unicode. Varian naskah mungkin belum tercakup seluruhnya.
Lontara tradisional sering tidak menuliskan konsonan penutup suku kata. Konverter menandai bila ada bunyi yang tidak bisa diwakili secara langsung.
Perangkat mungkin belum memiliki font yang mendukung aksara tertentu. Untuk produksi diperlukan pengujian font dan peletakan tanda vokal di berbagai browser, terutama Kawi dan Makasar Kuno yang belum tersedia secara bawaan pada semua perangkat.
Lontara (Bugis) dan Makasar Kuno (Jangang-Jangang) merupakan dua tradisi aksara yang berbeda meskipun berasal dari Sulawesi Selatan. Keduanya memiliki kode Unicode tersendiri.
Keduanya belum memiliki blok Unicode standar yang siap dipakai. Daftar nama/bunyi disediakan sebagai dokumentasi; karakter Rejang tidak dipakai sebagai pengganti bentuk Lampung atau Incung.
Temukan sejarah, huruf dasar, panduan belajar, dan konverter untuk tiap tradisi aksara Nusantara.