Congklak
Juga dikenal sebagai Dakon, Dhakon, Congkak
Dua pemain berhadapan di depan papan dengan dua baris lubang kecil dan dua lumbung besar di ujungnya. Permainan ini berpusat pada keputusan memilih lubang serta menghitung lintasan biji.
Cerita di balik Congklak
Dua pemain berhadapan di depan papan dengan dua baris lubang kecil dan dua lumbung besar di ujungnya. Permainan ini berpusat pada keputusan memilih lubang serta menghitung lintasan biji.
Perlengkapan dan peserta: Salah satu papan yang umum mempunyai 14 lubang kecil, dua lumbung dan 98 biji—tujuh biji pada masing-masing lubang kecil. Jumlah pemain: 2 orang.
Alur permainan: Pemain memilih satu lubang kecil dari sisinya, mengambil seluruh isinya, lalu membagikan satu biji ke setiap lubang berikutnya. Dalam salah satu varian, biji terakhir di lubang berisi biji membuat pemain mengambil isi lubang tersebut dan melanjutkan sebaran; biji terakhir di lubang kosong menghentikan giliran.
Bagaimana ronde selesai: Saat ronde berakhir menurut varian yang disepakati, hitung biji dalam lumbung atau simpanan masing-masing; jumlah terbanyak menang.
Variasi dan batas sumber: Dakon dan congkak merupakan nama yang digunakan di berbagai wilayah. Jumlah awal biji, perlakuan terhadap lumbung lawan, dan aturan tangkapan berbeda; jelaskan varian yang digunakan, jangan mencampur aturan.
Konteks budaya dan penelusuran sejarah
Buku Permainan Tradisional Anak Nusantara (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2017) memuat contoh mekanika congklak. Catatan tersebut tidak menetapkan satu daerah asal atau tanggal terciptanya permainan.
Panduan bermain dan aktivitas pengenalan
Pemain memilih satu lubang kecil dari sisinya, mengambil seluruh isinya, lalu membagikan satu biji ke setiap lubang berikutnya. Dalam salah satu varian, biji terakhir di lubang berisi biji membuat pemain mengambil isi lubang tersebut dan melanjutkan sebaran; biji terakhir di lubang kosong menghentikan giliran.
Akhir ronde: Saat ronde berakhir menurut varian yang disepakati, hitung biji dalam lumbung atau simpanan masing-masing; jumlah terbanyak menang.
Coba bermain, langkah demi langkah
Baca langkahnya lalu tandai yang telah dipahami. Tandanya hanya tersimpan sementara di halaman ini.
- 1
Kenali permainan
Dua pemain berhadapan di depan papan dengan dua baris lubang kecil dan dua lumbung besar di ujungnya. Permainan ini berpusat pada keputusan memilih lubang serta menghitung lintasan biji.
- 2
Siapkan alat dan peserta
Salah satu papan yang umum mempunyai 14 lubang kecil, dua lumbung dan 98 biji—tujuh biji pada masing-masing lubang kecil. Jumlah peserta: 2 orang.
- 3
Ikuti aturan versi ini
Pemain memilih satu lubang kecil dari sisinya, mengambil seluruh isinya, lalu membagikan satu biji ke setiap lubang berikutnya. Dalam salah satu varian, biji terakhir di lubang berisi biji membuat pemain mengambil isi lubang tersebut dan melanjutkan sebaran; biji terakhir di lubang kosong menghentikan giliran.
- 4
Akhiri ronde
Saat ronde berakhir menurut varian yang disepakati, hitung biji dalam lumbung atau simpanan masing-masing; jumlah terbanyak menang.
- 5
Bandingkan variasi
Dakon dan congkak merupakan nama yang digunakan di berbagai wilayah. Jumlah awal biji, perlakuan terhadap lumbung lawan, dan aturan tangkapan berbeda; jelaskan varian yang digunakan, jangan mencampur aturan.
Variasi nama dan cara bermain
Dakon dan congkak merupakan nama yang digunakan di berbagai wilayah. Jumlah awal biji, perlakuan terhadap lumbung lawan, dan aturan tangkapan berbeda; jelaskan varian yang digunakan, jangan mencampur aturan.
Catatan ini merupakan pengantar, bukan penetapan asal tunggal ataupun aturan baku seluruh daerah.
Belajar lewat permainan
Minta dua anak menandai arah sebar dan menaksir lubang tempat biji terakhir akan jatuh. Bandingkan perkiraan dengan hitungan sebenarnya.
Panduan fasilitator
Tujuan kegiatan: mengamati hubungan congklak dengan berhitung, kesabaran, dan giliran.
Persiapan: gunakan papan dan biji permainan berukuran aman; pilih pasangan atau kelompok kecil dan sepakati variasi aturan yang akan dicoba.
Pertanyaan pemantik: berapa jumlah biji di sebuah sisi sebelum dan sesudah satu giliran? Bagaimana kamu menentukan pilihan lubang?
Kegiatan: minta peserta mencatat jumlah biji pada beberapa giliran, membandingkan strategi, lalu menyampaikan pengalaman bergantian.
Refleksi: bagaimana kamu bereaksi ketika harus menunggu atau ketika hasil perkiraan tidak sama dengan kenyataan?
Catatan: ini adaptasi pedagogis; aturan dan istilah tradisi perlu dicocokkan dengan komunitas yang didokumentasikan.
Ini adaptasi kegiatan belajar, bukan klaim aturan tradisional yang seragam di seluruh daerah.
Tanya jawab
Apa alat yang dibutuhkan?
Salah satu papan yang umum mempunyai 14 lubang kecil, dua lumbung dan 98 biji—tujuh biji pada masing-masing lubang kecil.
Bagaimana satu ronde dijalankan?
Pemain memilih satu lubang kecil dari sisinya, mengambil seluruh isinya, lalu membagikan satu biji ke setiap lubang berikutnya. Dalam salah satu varian, biji terakhir di lubang berisi biji membuat pemain mengambil isi lubang tersebut dan melanjutkan sebaran; biji terakhir di lubang kosong menghentikan giliran.
Kapan ronde berakhir?
Saat ronde berakhir menurut varian yang disepakati, hitung biji dalam lumbung atau simpanan masing-masing; jumlah terbanyak menang.
Nilai, keterampilan, dan keselamatan
Yang bisa dipelajari
Ketelitian menghitung biji, menyusun strategi sebelum memindahkan biji, dan menerima hasil sebaran yang telah ditetapkan.
Sumber informasi
Indeks nama & wilayah (rujukan awal) ↗
Rujukan pendukung
Bacaan tambahan dari Wikipedia
Referensi ensiklopedia terbuka, bukan verifikasi kurator atau pengganti artikel ini.
Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadang kala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan dan batu-batu kecil.
Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia — revisi dan riwayat penulis · CC BY-SA 4.0. Cuplikan disingkat.
Artikel pengantar dan kegiatan belajar adalah olahan editorial. Indeks nama tidak otomatis memvalidasi sejarah, teknik bermain, atau hak gambar. Perbedaan komunitas dan aturan perlu diperiksa lebih lanjut.
Tradisi permainan dapat berbeda antar komunitas dan generasi. Nama daerah yang dicatat di sini bukan klaim kepemilikan eksklusif atau asal tunggal.

