Asal dan perkembangan tradisi
Sekapur Sirih merupakan karya tari sambut yang kini lekat dengan identitas Jambi. Sumber pemerintah daerah menyebut Firdaus Chatap sebagai pencipta pada 1962 dan adanya perkembangan susunan tari oleh seniman lain. Karena memiliki sejarah karya yang dapat ditelusuri, tari ini tidak boleh sekadar diberi label “turun-temurun sejak zaman kerajaan” tanpa dasar.
Gerak, iringan, dan unsur pertunjukan
Cerano atau wadah sirih menjadi lambang penting dalam penyajian. Penari menampilkan gerak yang menggambarkan kesopanan serta persiapan menerima tamu, dengan busana Melayu Jambi dan iringan yang disesuaikan. Susunan kelompok dalam beberapa penyajian juga melibatkan pembawa payung atau pengiring.
Makna serta cara menghargai tradisi
Nilai utama Sekapur Sirih ialah menyampaikan penghormatan melalui bahasa tubuh dan tanda budaya yang dipahami bersama. Dalam dokumentasi, jelaskan bahwa sirih merupakan simbol penyambutan dan tidak otomatis berarti setiap hajatan memakai prosedur adat yang persis sama.

