Asal dan perkembangan tradisi
Likok Pulo berasal dari Pulau Aceh dan mempunyai hubungan kuat dengan kehidupan masyarakat setempat. Pemerintah Aceh Besar menuliskan kisah kemunculannya pada masa lampau, sedangkan catatan lain menunjukkan adanya masa ketika pertunjukan meredup lalu dihidupkan kembali melalui usaha pelaku budaya.
Gerak, iringan, dan unsur pertunjukan
Pertunjukan dapat dilakukan oleh kelompok laki-laki dalam posisi duduk sejajar, dengan tokoh syekh serta pengiring. Syair dan tabuhan rapa’i mendampingi gerakan tubuh serta kepala yang terkoordinasi. Susunan penari yang tepat sebaiknya dirujuk pada pelatih dan kelompok yang terdokumentasi.
Makna serta cara menghargai tradisi
Seni ini memperlihatkan peran tari sebagai sarana komunikasi, hiburan, dan penyampaian pesan. Materi pendidikan perlu membedakan Likok Pulo dari tari Aceh lain yang sekilas serupa; gunakan nama pulau, kelompok, sumber syair, dan penata sebagai penanda dokumentasi.

