Asal dan perkembangan tradisi
Dalam khazanah Dayak Kenyah, Tari Gong sering dipadankan dengan nama Kancet Ledo. Sumber kebudayaan Kalimantan Timur mendeskripsikannya sebagai tari perempuan yang mengutamakan kehalusan, dengan perbandingan simbolik pada batang padi yang tertiup angin. Gerak di atas gong merupakan salah satu ciri yang dikenal, meski tidak harus muncul di setiap pertunjukan.
Gerak, iringan, dan unsur pertunjukan
Penari menggunakan busana adat dengan hiasan tangan dan kepala yang menyesuaikan tradisi. Bulu burung enggang kerap disebut dalam deskripsi perlengkapannya, tetapi penggunaan material, tiruan, dan penampilannya mesti memperhatikan perlindungan satwa serta ketentuan komunitas. Iringan dapat memakai sampek dan instrumen tradisional lain.
Makna serta cara menghargai tradisi
Pengamatan terhadap tari ini sebaiknya memperhatikan keseimbangan, kehalusan, dan keterkaitan gerak dengan ruang. Label “Dayak” saja tidak cukup untuk menjelaskan tari; nama komunitas Kenyah dan jenis repertoarnya perlu dicantumkan secara jelas.

