Asal dan perkembangan tradisi
Dinggu merupakan seni tari yang berkaitan erat dengan pengalaman hidup masyarakat Tolaki Mekongga di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Penelitian budaya menjelaskan bahwa karya ini merayakan keberhasilan panen dan menjadikan kegiatan mengolah bulir padi sebagai bahan utama pertunjukan.
Gerak, iringan, dan unsur pertunjukan
Di atas panggung, penari dapat menggunakan perlengkapan seperti lesung, alu, dan nyiru untuk menggambarkan proses padi menjadi beras. Peralatan tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan penanda mata pencaharian dan keterampilan rumah tangga agraris. Bunyi gong, gendang, dan suling membantu membangun irama penyajiannya.
Makna serta cara menghargai tradisi
Dinggu memberi kesempatan untuk mengenal kerja tani sekaligus nilai syukur. Untuk dokumentasi pendidikan, jelaskan fungsi masing-masing alat dan hindari mengganti koreografi dengan gerak menumbuk padi yang direka tanpa pengampu. Unsur pertunjukan perlu dibedakan dari prosedur kerja pertanian sehari-hari.

