Asal dan perkembangan tradisi
Bosara merujuk pada wadah berpenutup yang digunakan untuk menyajikan makanan dalam tata jamuan Bugis-Makassar. Tradisi menghormati tamu itulah yang menjadi titik berangkat tari Bosara. Di atas panggung, kehadiran bosara tidak semata hiasan, melainkan simbol perjumpaan antara tuan rumah dan orang yang dihormati.
Gerak, iringan, dan unsur pertunjukan
Dalam keterangan seni tradisional Sulawesi Selatan, penari Bosara dapat tampil berkelompok, dengan busana baju bodo dan sarung sutra. Iringan musikal menggunakan perangkat tradisi yang cocok dengan susunan tarinya. Jumlah penari, lagu, dan perlengkapan dapat berubah mengikuti penata serta kesempatan pementasan.
Makna serta cara menghargai tradisi
Tari ini menampilkan etika menerima tamu, bukan sekadar gerak membawa properti. Ketika mempelajarinya, perhatikan cara menyuguhkan jamuan dan relasinya dengan adat setempat. Foto sebuah tarian yang membawa nampan tidak cukup untuk menegaskan bahwa tari tersebut benar-benar Bosara.

