Baileo
Baileo merupakan ruang bersama masyarakat Maluku untuk musyawarah dan upacara. Bangunan terbuka berbentuk panggung memudahkan warga berkumpul.
Mengenal Baileo
Baileo merupakan salah satu bangunan adat Maluku yang digunakan sebagai tempat kegiatan bersama. Buku menegaskan bahwa Baileo bukan tempat tinggal keluarga sehari-hari. Bangunan ini dipakai untuk musyawarah, upacara adat, serta kegiatan keagamaan yang melibatkan warga.
Bentuk Arsitektur dan Material
Bentuknya terbuka dan berpanggung. Atap segitiga dibuat dari daun sagu atau daun kelapa; tiang disebut berasal dari batang kelapa dan lantai menggunakan papan. Buku mencatat tiga akses tangga—di depan, kiri, dan belakang. Pada tangga bagian depan terdapat batu pamali yang digunakan untuk menempatkan sesaji dalam konteks adat.
Fungsi dan Kehidupan Masyarakat
Dengan sisi bangunan yang terbuka, Baileo memperlihatkan karakter tempat berkumpul. Pengunjung dapat membandingkannya dengan rumah tinggal berdinding tertutup untuk memahami hubungan antara fungsi ruang dan bentuknya. Penjelasan mengenai batu pamali cukup disampaikan sesuai sumber tanpa menambahkan tafsir ritual yang belum diverifikasi.
Ayo Amati
Temukan tiga posisi tangga. Mengapa bangunan untuk berkumpul bisa dirancang lebih terbuka daripada hunian?
Pertemuan warga dan upacara adat
Arsitektur dan Fungsi
Ciri Arsitektur
Panggung terbuka dengan atap segitiga
Material Bangunan
Daun sagu atau kelapa, batang kelapa, papan
Fungsi & Nilai
Pertemuan warga dan upacara adat
Galeri Baileo
Rujukan dan Catatan Editorial
Materi awal diadaptasi menjadi ringkasan edukasi dari buku Rumah Adat Nusantara oleh Intania Poerwaningtias dan Nindya K. Suwarto, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2017), halaman 46.
Buku menggunakan pembagian administrasi tahun 2017. Satu rumah dalam buku merupakan contoh, bukan perwakilan tunggal seluruh tradisi arsitektur di provinsi tersebut.

